Nah, yang ini adalah inisiatif para istri. Para suami memproteksi jiwanya untuk perlindungan penghasilan. Untuk apa??? Untuk kelangsungan biaya hidup anak istri jika suatu saat terjadi resiko tutup usia pada kepala keluarga selaku tulang punggung (pencari nafkah).
Yang satu ini adalah ibu rumah tangga dengan tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Kebayang kan beratnya kehidupan mereka seandainya tiba-tiba suaminya pergi untuk selamanya. Biaya hidup tetap berjalan, tidak mungkin berhenti.
Yang dua berikut ini, istri-istrinya bekerja. Tetapi mereka menganggap tetap perlu memproteksi suami. Karena penghasilan mereka tidak memadai untuk menutupi biaya hidup jika terjadi resiko pada pencari nafkah.
Nah, yang penting untuk diketahui sebelum menentukan UANG PERTANGGUNGAN adalah teman-teman harus tahu berapa biaya hidup sebulan. Dari situ saya akan bantu menghitung uang pertanggungan (UP) yang ideal.
Yang ngga kalah pentingnya pastikan siapa ahli warisnya? Jangan sampai polis ada tapi ahli waris ternyata bukan sang istri. Hehehe
Sabtu, 25 November 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Penting untuk diketahui bahwa kenaikan biaya kesehatan per tahun di Indonesia mencapai 14%. Manulife Indonesia telah menghadirkan MiUltim...
-
Mengapa banyak orang ketika ditawarkan asuransi MENOLAK ? Karena manfaat asuransi seolah tidak nyata dalam hidup mereka sampai terjadi res...
-
Klaim fraud adalah kecurangan dalam klaim asuransi. *Jadi pengen punya anak dokter* (OOT hehehe) Ya... Setelah nonton drama Korea "H...




Tidak ada komentar:
Posting Komentar